Jumat, 12 April 2013

Agar Terhindar dari #Fitnah #Dunia


Agar Terhindar dari #Fitnah #Dunia

Ustadz Djazuli,Lc.menulis :

Berkata Ibnu Qoyyim-rahimahullah-,

Fitnah dunia adalah fitnah yang sangat dahsyat pengaruhnya sampai nyaris tidak ada seorang pun selamat darinya.

Agar tidak terpedaya fitnahnya tersebut, maka perhatikan beberapa tips berikut:

1. Tidak mencintai siapapun dan apapun yang ada di dunia ini secara berlebihan apalagi sampai mengagungkannya.

2. Jangan terlalu berambisi mengais rejeki dan mencari dunia sampai harus mengorbankan kewajibannya sebagai hamba Allah (tauhid dan ibadah).

3. Tunaikan kewajiban pada setiap karunia Allah seperti Istri dan anak wajib dididik secara islami, harta wajib dizakatkan dan demikian juga pada hal yang lain.

4. Jangan pernah menyalahgunakan nikmat dan amanah Allah tersebut dengan memakainya untuk hal yang haram.

Semoga bermanfaat

Mendahulukan Yang Kanan Ketika Berpakaian


Mendahulukan Yang Kanan Ketika Berpakaian

Di antara sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mendahulukan yang kanan ketika memakai pakaian dan semacamnya. Dalil pokok dalam masalah ini, dari Aisyah Ummul Mukminin beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka mendahulukan yang kanan ketika bersuci, bersisir dan memakai sandal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam redaksi muslim dikatakan, “Rasulullah menyukai mendahulukan yang kanan dalam segala urusan, ketika memakai sandal, bersisir dan bersuci.”

Mengomentari hadits di atas, Imam Nawawi mengatakan, “Hadits ini mengandung kaidah baku dalam syariat, yaitu segala sesuatu yang mulia dan bernilai maka dianjurkan untuk mendahulukan yang kanan pada saat itu semisal memakai baju, celana panjang, sepatu, masuk ke dalam masjid, bersiwak, bercelak, memotong kuku, menggunting kumis, menyisir rambut, mencabut bulu ketiak, menggundul kepala, mengucapkan salam sebagai tanda selesai shalat, membasuh anggota wudhu, keluar dari WC, makan dan minum, berjabat tangan, menyentuh hajar aswad dan lain-lain. Sedangkan hal-hal yang berkebalikan dari hal yang diatas dianjurkan untuk menggunakan sisi kiri semisal masuk WC, keluar dari masjid, membuang ingus, istinjak, mencopot baju, celana panjang dan sepatu. Ini semua dikarenakan sisi kanan itu memiliki kelebihan dan kemuliaan.” (Syarah Muslim, 3/131)

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan dan pengetahuan kita semua

*DO'A KETIKA MENGHADAPI KESULITAN



*DO'A KETIKA MENGHADAPI KESULITAN

اَللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

"Yaa Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang sulit bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya menjadi mudah."

[HR. Ibnu Hibban dalam kitab shohihnya no.2427. Dishohihkan oleh 'Abdul Qodir Al-Arnauth dalam takhrij Al-Adzkar An-Nawawi hal.187. Lihat As-Silsilah Hadits Ash-Shohihah no.2886. Dikutip dari buku "DO'O & WIRID" karya Al-Ustadz Yazid bin 'Abdul Qodir Jawas.]

Semoga bermanfaat dan menambah perbendaharaan hafalan do'a-do'a kita.

Aamiin

Semoga bermanfaat,silakan share semoga bermanfaat
dan menginspirasi dan menjadi renungan bagi sahabat yang lainnya.

Kita kadang merasa mudah berputus asa dan putus harapan. Seakan-akan tidak ada yang bisa menyelesaikan setiap kesulitan kita. Padahal ada Allah yang setiap saat mendengar do’a setiap hamba-Nya, walau disampaikan dalam berbagai bahasa, walau disampaikan dalam satu waktu. Allah selalu sibuk mengabulkan do’a-do’a mereka.
Allah Ta’ala berfirman,

يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

“Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan” (QS. Ar Rahman: 29).

Al A’masy, dari Mujahid, dari ‘Ubaid bin ‘Umair berkata, “Setiap harinya Allah benar-benar sibuk, maksudnya adalah sibuk dalam mengabulkan do’a, Dia memberi siapa yang meminta, Dia menolong siapa yang sedang mengalami derita, Dia pun menyembuhkan yang sedang mengalami sakit.”

Lantas kita mesti berputus asa, sedangkan ada Allah yang selalu menerima keluh kesah kita, setiap saat, tanpa kenal lelah, tanpa kenal waktu istirahat.

Renungan sebelum berangkat ke Dammam KSA, 18 Rabi'ul Akhir 1434 H

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

MANISNYA IMAN, INDAHNYA PERNANTIAN *~


MANISNYA IMAN, INDAHNYA PERNANTIAN *~

• Jika dirimu sekarang sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju redhaNya, maka bersabarlah...

• Demi ALLAH, dia tidak datang Kerana kecantikan dan ketampanan, kepintaran ataupun kekayaan..
Tetapi ALLAH lah yang menggerakkan HATI.. hatimu dan hatinya..


• Simpanlah segala bentuk ungkapan CINTA dan kunci ''hatimu'', ALLAH akan menjawabnya dengan lebih indah di saat yang TEPAT..

• Yakinlah padaNya..

InsyaALLAH..

Ridha Allah Pada Ridha Orang Tua


Ridha Allah Pada Ridha Orang Tua
 
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallâhu ‘anhumâ, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
“Ridha Rabb ada pada ridha orang tua, sedang kemurkaan Rabb ada pada kemurkaan orang tua.”
[Diriwayatkan oleh At-Tirmidzy. Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Ash-Shahîhah no. 516]

Ustadz Dzulqarnain